Nylon – Voice of Idol

YAP! Dalam sebuah grup, peran sang Lead Vocalist sangatlah penting karena doi bertugas sebagai pembawa ciri khas dari genre musik yang diusung oleh grupnya. Selain itu hal signifikan dari seorang lead vocalist yaitu memiliki suara yang khas dan mudah dikenali. Jadi walopun mereka menyanyikan lagu di luar lagu milik grupnya, para pecinta musik (seperti Wannyaa) pasti bisa langsung bilang “Aaahh… ini memang suaranya”.
Tapi enaknya, biasanya mereka selalu dapet jatah menyanyi paling banyak yang biasanya ada di bagian reffrain lagu yang dinyanyikan berulang-ulang.

Nah, 5 kolumnist ternama yang menulis untuk majalah Nylon Korea telah memilih 5 orang lead vocalist yang dianggap sebagai suara terbaik dan dapat menjadi representatif bagi grupnya masing-masing. Yuk, kita simak…

Big Bang – Tae Yang

oleh Kim Haksun (Editor of Bo-Da)

Tae Yang,Tae Yang,Big Bang,Big Bang

Apakah berlebihan untuk mengatakan bahwa Taeyang memiliki masa depan cerah dari seorang idol? Saya rasa tidak. Taeyang, melalui mini album pertamanya yang berjudul HOT, telah menunjukkan bahwa ‘masa depan cerah’ telah ada di tangannya. Lebih dari segalanya, saya telah menaruh harapan terbesar terhadapnya karena imej tentangnya yang berpendapat bahwa ia tahu apa yang dia ingin lakukan dan dia tahu apa yang terbaik, dan terus bekerja di bawah pengetahuan itu. Dan kenyataan bahwa ia mampu memenuhi semua syarat (sebagai penyanyi idola) bukanlah menjadi sebuah kejutan yang besar.

Kedua lagu ‘Only Look At Me (나만 바라봐)’ dan ‘Prayer (기도)’ memiliki tingkat yang hanya bisa dicapai oleh seseorang yang tahu masa depannya. Vokal nya tidak berhenti untuk meniru black music. Dia memiliki vibrasi dan teknik yang mengarah kepada genre R&B atau Soul dan tidak perlu berusaha keras untuk menciptakan suaranya dan perasaan seperti itu ,dimana dia melapisi musiknya dengan nuansa “black (music)”. Dia tidak hanya ‘bernyanyi. “Saya pikir dia bisa bercanda tentang dirinya sebagai ‘vokalis semi-R&B.”

Pada tingkat global (atau Amerika), dia adalah suatu tren tersendiri, tetapi di Korea, dia bisa dikatakan unik, karena musiknya berdasarkan pada genre hip-hop beats. Karena hal tersebutlah, para kritikus mengatakan bahwa vokalnya dinilai agak polos dan tidak selaras oleh ketukan, tetapi saya pikir poin tersebut justru menjadi kepribadiannya. Tentu saja, ketika kita mulai berbicara di tingkat global, hal tersebut menjadi berbeda. Dia akan terlihat sebagai seseorang yang hanya mengikuti tren di semua tingkatan, termasuk gaya vokal. Hal tersebut dinilai normal. Dengan waktu dan usahanya yang keras, hal-hal tersebut akan selesai dengan sendirinya.

Tae Yang [Solo Concert – Hot] – Don’t Wanna Try

Kpopcorner

Girls’ Generation – Jessica

oleh Park Joohyuk (Columnist, Representative of Bandiaeri Music)

Jessica,SNSD,Girls Generation

Ketika saya mendengarkan lagu dari girlgroup akhir-akhir ini, (suara) mereka begitu biasa yang membuat saya begitu cepat bosan. Satu atau dua lead vocalist yang bernuansa R&B yang telah diambil sebagai gaya lagu mereka,kemudian subvocal yang berstandar suara “karaoke” yang jelas tidak membuat orang tertarik untuk mengingat suaranya, dan jika itu tidak berhasil, merekapun menge-rap, dan jika sudah mentok, tambahkan saja dengan AutoTune.

Tetapi Girls Generation Jessica, berbeda. Ketika dia menyanyikan lagu dengan begitu halus dan lafal yang cantik, saya merasakan kenikmatan dan mengingatkan pada masa-masa keemasan musik populer. Gaya vokal (seperti) Jessica selalu menerima banyak cinta dari waktu ke waktu. Hal tersebut menjadi populer, tidak hanya dari jaman tahun 1960 di Eropa yang terkenal dengan genre swing (terutama di kota London), tapi juga jaman tahun 80an ketika Virginia Astro Sounds yang menerima perhatian untuk beat yang indah dan melodi yang lembut, dan penyanyi Jepang yang terkenal di era 80an yaitu Yukiko Okada, Iijima Mari, dan lain-lain.

Gaya vokal Jessica adalah disebut oleh kritikus musik Barat sebagai ‘bersinar’. Atau bisa dibilang, tidak memiliki nada melengking yang memekakkan telinga melainkan yang indah, indah “bersinar” menyentuh sanubari. Saya kira dia vokalis yang paling cocok untuk sebuah lagu bergaya Barat. Saya telah menemukan bahwa, pada waktu, sebuah girlgroup cenderung terburu-buru untuk melemparkan suara-suara di sekitar tanpa ada dasar bagi mereka dalam menentukan genre lagu. Kadang-kadang, suara yang masih hijau tersebut hanya terdapat vibrasi saja dan terkesan dangkal. Tapi suara Jessica adalah menyenangkan dan bermartabat. Hal ini mengingatkan saya pada kain sutra yang berkelas. Licin dan lembut di setiap saat serta dapat menghidupkan momen yang brilian. Inilah sebuah perasaan utama saat mendengarkan musik pop yang seharusnya kita cintai.

Jessica (SNSD) Dont Say You Love Me

kammy49

SHINee – Jong Hyun

oleh: Cha Woojin (Pop Columnist)

Jong Hyun,SHINee

Ketika para penggemar membahas vokal skill Jong Hyun, mereka sering mengacu pada lagu Alejandro Sanz’s ‘Y Si Fuera Ela’ yang diaransemen ulang menjadi lagu ‘Hyeya (혜야)’. Dalam lagu ini, vokal Jong Hyun membuatnya terdengar seperti Julio Iglesias yang sedang bernyanyi dalam bahasa Korea, yang memunculkan perasaan yang nyata dan, meskipun (suarnya) naik dan turun seperti roller coaster, terasa beigitu lembut dan mengalir dengan indah.

Secara pribadi, stabilitas bukanlah satu-satunya alasan saya menyukai jenis suara Jong Hyun. Vokalnya secara tepat dibilang sebagai dinamis. Dalam lagu ‘Ring Ding Dong,’ suaranya yang parau dapat melompat menjadi lebih jelas, tetapi karena efek AutoTune yang mengisi di sana sini, justru malah memunculkan perasaan yang aneh. Namun, yang saya anggap paling mengesankan adalah lagu SHINee yang berjudul ‘JOJO,’ di mana suara Jong Hyun terdengar seperti ‘roller rink synth pop’ – yang pernah populer di tahun 80an di London.

Dalam arus permusikan, di mana telah menjadi sebuah arena di mana para idol group telah banyak menjurus ke arah tren lagu-lagu pop Barat dari waktu ke waktu, justru warna vokal Jong Hyun telah melampaui batas tersebut. Tergantung pada preferensi dari diri penikmat musik masing-masing, evaluasi mungkin bisa berubah, tetapi kenyataan bahwa vokalnya telah diakui sebagai yang paling unik sudah jelas. Untuk alasan inilah, saya memilih suara Jong Hyun (sebagai yang terbaik).

SHINee Jonghyun – Y Si Fuella @ MBC Love Concert MHQ

casalichannel

2NE1 – Park Bom

oleh: Choi Minwoo (Editor of Weiv)

Bom,2NE1

Jika Anda harus memilih antara suara yang mengagumkan namun sulit untuk memutuskan bahwa suara tersebut layak untuk disukai dan suara yang bisa langsung memikat Anda untuk mencintainya daripada sekedar kekaguman, mana yang akan Anda pilih? Jika Anda memilih yang terakhir, maka anda sudah siap untuk mendengarkan suara Park Bom. Sebagai vokalis utama dari 2NE1, Park Bom memiliki vokal yang unik, di antara dari rekan-rekan idol lainnya. Jika saya harus menambahkan, saya akan mengatakan bahwa alih-alih memiliki vokal yang baru dilatih, dapatkah saya bilang bahwa dia telah memberikan saya lebih dari sebuah perasaan bahwa dia sudah “ready to fly”?

Saya ingat bahwa produser Teddy, menunjukkan suara Park Bom dan berkata dengan nada suara yang bangga, “Tak ada tempat di mana Anda dapat menemukan suara seperti ini, “. Anda tidak perlu meremehkan (pernyataan tersebut) sebagai lip-service dari sponsor. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Park Bom menganggap Diva Celine Dion dan Whitney Houston sebagai panutannya. Ini adalah pandangan saya secara pribadi, tetapi pilihannya tersebut menekankan pada ‘ekspresi’ atau ‘daya tarik’ dari sebuah jenis suara. Ini adalah sesuatu yang sulit ditemukan bahkan dalam suara yang masih dalam kategori “dalam pelatihan”. Mungkin inilah mengapa suara Park Bom bersinar di genre R & B, dengan latar belakang musik elektronik, seperti Adele dan Duffy yang merupakan penyanyi bergenre “New British Neo-Soul” dengan musik elektronik yang vintage.

Jika Anda menggambarkan suara Park Bom saat mendengarkan lagu “You & I”, hal tersebut sama seperti ketika sedang menjejalkan 72% kakao coklat ke telinga Anda, namun anda tidak merasa bersalah sama sekali karenanya. Satu hal yang saya ingin tunjukkan adalah bahwa dalam mengucapkan lafal dan gaya lagu, ia cenderung menggumam, tetapi jika dia bisa “menendang” kebiasaan itu, maka tidak akan sia-sia tujuannya untuk terdengar seperti artis New British Neo-Soul.

Park Bom – You and I Acapella

Lynx391

2PM – Jun Su

oleh: Song Jihae (Pop Columnist)

Kim Jun Su,2PM

Opini publik tentang 2PM adalah bahwa pernampilan mereka yang cukup kuat untuk dihubungkan dengan sirkus, namun vokal mereka tidak cukup kuat untuk bisa dibandingkan. Tetapi karena nada suara seorang Kim Jun Su yang mampu meninggalkan taste yang mengesankan di akhir vokal, musik mereka menjadi cukup baik untuk mendengarkan melalui earphone. Dibandingkan dengan anggotanya yang lain, citra seorang JunSu adalah seorang yang temperamen. Tapi tidak dalam hal bermusik.

Suara JunSu tersebut tetap terdengar cantik meskipun tanpa harus melewati vocoder, atau dengan melakukan dance akrobatik, serta dapat mudah dikenali ketika Jun Su sempat meng-cover lagu favoritnya, ‘Half The TIme’ oleh Calvin Richardson. Suaranya yang menggetarkan jiwa, dalam lagu ini paling tidak, dapat dibilang hampir sempurna, tapi para fans yang memperlakukan dia seperti artis biasa dalam sebuah grup idola membuat saya kesal tanpa akhir. Tentu saja, karena rentang musik sering terbatas dan cenderung tidak aman untuk dieksploitasi lebih lanjut, Anda tidak dapat menyangkal bahwa nada yang dimiliknya memiliki kualitas yang membuat Anda melongok kembali untuk mendengarkannya. Gema yang terjadi pada momen singkat tersebut bukanlah hal yang dapat Anda pelajari melalui pelatihan formal.

Di samping memiliki suara cantik alami, setelah menyanyi begitu banyak lagu dan melakukannya dengan caranya sendiri, bahwa kualitas (suara) hidung yang bisa terwujud dalam suaranya, dapat dikembangkan ke titik bahwa ia dapat menarik baik perasaan bersemangat sekaligus perasaan yang menyegarkan. Dan tidak ada cara lain, sebagai penonton, yang membuat saya tidak bisa menahan perasaan bahwa tidak mungkin untuk merasakan daya pikatnya di semua lagu 2PM. Ah, itu terkenal bahwa ia dianggap memiliki kegemaran besar terhadap black music, tapi apakah ia tahu bahwa kadang-kadang, ketika ia menyanyikan lagu balada tradisional Korea, ia mampu menyampaikan rasa bangga dan kepercayaan diri yang besar? Dan bahwa sponsornya, JYP, juga memiliki bakat untuk itu?

Kim Junsu (2PM) – Half The Time

kimmysaur

WUOWWW!!
Seru ya mbaca komentarnya para kolumnist di atas tersebut?!
Tapi sayangnya sepertinya para penikmat musik Korea jadi semakin “lupa” dengan satu lagi suara emas yang pernah dipunyai oleh pemusik Korea, yaitu para personel TVXQ… ^^

Wannyaa gak bisa menentukan di antara kelima cowok ini siapa yang lebih superior suaranya, karena Wannyaa merasa bahwa suara masing-masing di antara mereka sudah superior dan fantastis… ^^

HWAITING, K-Pop!

Source: Nylon Magazine & DC Inside
Translation: hypocritical @omona_prection.LJ
Indonesia Translator: Wannyaa
PLEASE TAKE THE CREDIT PROPERLY!!

3 thoughts on “Nylon – Voice of Idol

  1. Iyach….yach…..kk bsa2nya mrka lpa ma 5 orag dewa dari timur tu!tp klo mnrutQ yg pling the best dantara yg ter the best suarany dDBSK adlh Mickey Yoochun*ma’ph yunho oppa,bkn mksdQ untk bselingkh,you’re still the one in my heart,weks lolz*,q ska suarax yoochun,keren n serak2 bsh g5na g7,keren pkokx!!

  2. Mungkin karena suara personil DBSK uda d atas rata-rata n superior banget makanya ga d masukin k dalam daftar.n suara junsu 2PM mank bagus mulai sbelum debut,melting bget deh kalo dia mulai bernyanyi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s